Rabu, Desember 22, 2010

patah tulang jari kelingking

hari jumat 3 desember 2010 surabaya diguyur hujan hebat. rumah kami yang tak pernah banjir tak luput kemasukan air mulai jam 4 pagi. karena kaget air sudah menggenangi bagian kamar, saya berinisiatif mencabut colokan kabel sambil berlari. karena lantai licin sudah dipenuhi air setinggi 3cm, saya terpeleset. yang saya ingat jari kaki saya menghantam pinggiran pintu.

saat itu saya lihat jari kelingking kaki sudah berbelok ke kiri kira-kira 30derajat. permukaan jari serta merta bengkak seperti palem botol. nyeri di jari manis rasanya luar biasa karena tumbukan keras yang berakibat luka memar. beberapa menit kaki saya selonjorkan di atas kursi. oleh ibu kemudian bagian yang nyeri diberi minyak mamala asal ambon maluku. setelah dioles rasanya malah seperti diremas-remas. sakit bukan main.

setelah kurang lebih satu jam, rasa sakitnya mulai sedikit berkurang. saya mulai membantu menguras air. otomatis kaki terendam air selama kurang lebih 3 jam. tepat jam 11 saya merasa mulai ada yang aneh. jari kelingking tak lagi bisa kembali ke posisi semula. segera saya pergi ke ugd. setelah difoto memang benar tulang jari kelingking kaki saya patah.

menurut dokter patahannya cukup bagus. artinya termasuk jenis patah tulang tertutup, utuh/tidak remuk, dan tanpa luka terbuka. patah tulang jenis ini tidak perlu dioperasi. hanya dibebat saja dengan harapan tulang akan menyambung secara alami. dalam aktivitas berjalan, jari kelingking tidak terlalu banyak bergerak sehingga rasanya tidak begitu sakit. hanya saja bila tersenggol atau pada saat posisi meletakkan kaki tidak pas, barulah lokasi patahan terasa cekot-cekot.

prediksi dokter proses pemulihan kira-kira 3-4 minggu. saya diberi obat pereda nyeri celebrex 200mg dan tablet ossovit untuk tulang. selain itu untuk mempercepat pemulihan luka dalam di jari manis, saya berinisiatif meminum ramuan daun binahong yang direbus dengan 2 gelas air.

setelah 3 hari, saya sudah mulai bisa berjalan meski masih memakai tongkat dan bekas memar masih terasa sakit dan berwarna kehitaman. memasuki minggu ke 4 saya sudah bisa berjalan normal, dalam pengertian sudah tidak memakai tongkat dan kaki sudah tidak terasa bengkak lagi. memar di jari manis juga berkurang.

ps:
ketika segala hal medis hanya bisa diselesaikan lewat proses alami,
yang kaubutuhkan hanyalah DOA.. DOA adalah kekuatan terbesar di muka bumi
!

Tidak ada komentar: